Senin, 27 Juli 2015

Ilustrasi oleh @sayapayam (Dinda Ahlul Latifah) Malam yang penuh luka lagi. Pukul dua menjadi titik balik lagi. Setelah bertahun-tahun, bayangan itu muncul lagi dan lagi. Jika ibaratnya ada sebuah lubang, aku menjatuhkan diri ke dalamnya berkali-kali. Sebenarnya aku tidak mau melompat, tetapi memasuki lubang tersebut sungguh menyenangkan. Aku...

Posted on Senin, Juli 27, 2015 by Unknown

No comments

Senin, 18 Mei 2015

Awalnya, aku sedang tidak memiliki pekerjaan apa-apa. Aku dilanda suatu musibah kebosanan karena tak ada yang bisa dilakukan dan lelah untuk menunggu. Akhirnya sesuatu menarik perhatianku dan membuat aku dapat melakukan sesuatu. Yaitu memperhatikan seorang necis di seberang sana yang sepertinya sedang berjalan ke arah halte ini. Pakainnya rapih. Kemeja putih polos dan berjas hitam. Dasinya biru. Rambutnya berkilauan, disisir menjadi terbelah dua. Belahan yang mengarah ke kanan lebih besar daripada yang satunya lagi. Mungkin gambaran tersebut...

Posted on Senin, Mei 18, 2015 by Unknown

No comments

Minggu, 10 Mei 2015

Saat waktu berjalan mundur, Hikmat pun mengikutinya. Ia menapaki jejak demi jejak kakinya untuk mencari batu akik milik pacarnya yang terjatuh. Ia menyesali kenapa dia bisa begitu ceroboh, padahal batu tersebut merupakan batu pemberian ayah Hikmat yang telah meninggal dunia. Rani, pacarnya Hikmat, memang disayangi ayah Hikmat karena ketulusannya dalam mencintai Hikmat, anak semata wayangnya. Rani selalu mengerti kondisi Hikmat, bagaimana pun keadaannya. Suatu waktu, “Mat, tadi aku ketemu sama Ayah di pasar. Dia menitipkan ini buatmu.” Rani...

Posted on Minggu, Mei 10, 2015 by Unknown

No comments

Minggu, 03 Mei 2015

Asep kembali membuat dirinya menangis, seperti biasa, saat mengupas bawang. Ditemani adik perempuannya, Irma, ia tak pernah merasa sedih dengan kondisi keluarganya yang cukup memprihatinkan. Dalam hatinya Asep menangis. Ia pernah bilang pada dirinya sendiri bahwa ia lebih rapuh daripada tangkai-tangkai tanaman padi.  “Asep, mamah mana? Kok mamah tidak datang juga ke dapur,” sela adiknya pada lamunan Asep. “Asep tidak tahu, Irma. Coba Irma lihat, barangkali mamah sudah ada di kamar.” Asep kembali melanjutkan lamunannya. Tiba-tiba...

Posted on Minggu, Mei 03, 2015 by Unknown

No comments

Selasa, 31 Maret 2015

Dua

Sebagai tempat bernaung, tak selamanya rumah melindungi Ada kalanya air, jika datangnya besar-besaran, seketika melenyapkan fungsi rumah sebagai tempat berlindung Malam ini, di kamar yang sunyi, nyanyian alam bergemuruh ramaikan yang sepi Air yang datang secara besar-besaran, membuat kamar yang sunyi ini terbangun dari lelapnya Sebuah jasad, halnya sebuah rumah Ia hadir melindungi yang perlu dijaga Jasad menaungi apa yang ada di dalamnya Jasad adalah cermin dari yang dilindunginya Yang bersembunyi di balik jasad, ialah jiwa Jiwa...

Posted on Selasa, Maret 31, 2015 by Unknown

No comments

Sabtu, 07 Februari 2015

Malam melarut. Bintang terkabuti langit-langit. Laba-laba memangsa laron. Dan aku, tergerak bersuara di balik catatan. Bukan hari yang buruk, bukan malam yang rusak. Bukan pula yang biasa-biasa. Katamu, cukup dengan mengalir di sini saja, tidak untuk dibahaskan di sana. Lalu kau berterima kasih kepada malam. Dan aku berterima kasih kepadamu. Benar apa yang kau bilang bahwa cinta adalah nyaman. Sesederhana itu saja. Tak perlu beralasan, tak perlu berkilah-kilahan. Dan aku nyaman bersamamu. Cinta adalah anugerah yang tiada tara. Ketika budak-budak...

Posted on Sabtu, Februari 07, 2015 by Unknown

No comments

Banyak catatan yang sebenarnya tidak aku publikasikan di blog ini. Aku tidak sepercayadiri itu. Tetapi, aku selalu berusaha untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan. Salah satu diantaranya memang merupakan cermin secuil hati yang kesepian, dan rindu akan kehangatan. Itulah mungkin sesuatu yang aku belum sanggup untuk mengungkapkannya kepada siapapun. Menampakkan hal seperti itu, bak memperlihatkan kelemahan. Meski begitu, aku mencoba selalu memperbaiki diri. Semoga semuanya menjadi lebih baik daripada yang aku dug...

Posted on Sabtu, Februari 07, 2015 by Unknown

No comments

Menjalani hari ini merupakan sebuah pengalaman batin yang menyenangkan. Ia tak harus cemas terhadap masa depan, dan tak perlu terbebani masa lampau. Ia merupakan kebebasan dan kemerdekaan untuk melaksanakan segalanya dengan penuh tanggung jawab. Menjadi pekerja di hari ini, berarti ia melepaskan diri daripada keterikatan. Nikmatilah masa kini, maka engkau sedang menikmati proses. Bukan berarti tak peduli terhadap masa depan dan acuh pada masa lalu, tetapi kenikmatan sebuah kehidupan itu dapat dirasakan apabila engkau menjiwai masa kini. Apa...

Posted on Sabtu, Februari 07, 2015 by Unknown

No comments