Senin, 22 September 2014

Bumi yang terik, mobil dan motor berlalu tanpa ampun. Roda-roda bermesin itu terlihat begitu terburu-buru. Mungkin sedang ingin bermain balapan. Hanya bermain saja, karena untuk balapan di trek, mereka tak punya mental itu. Mereka hanya bermental pengecut. Hanya berani melawan mobil-mobil sayuran, angkot, becak dan sepeda jadulku saja. Untuk bersaing...

Posted on Senin, September 22, 2014 by Unknown

1 comment

Sabtu, 20 September 2014

Dwi

Apa yang dilakukan saat pagi terbelalak, adalah apa yang akan menjadikan matahari menguning dan mengemas. Sinarnya berpantulan dalam ruang luas bentangan langit. Ia menjadi cahaya dalam dimensi perputaran roda bumi. Menerangi larva di balik daun dan kumbang pada lipatan tanah. Di saat rombongan manusia masih bersatu dalam mimpi, ia mulai membuka...

Posted on Sabtu, September 20, 2014 by Unknown

1 comment

Jumat, 12 September 2014

Dalam sebuah perbincangan, teman saya pernah membahas tentang mengapa sebuah nasihat tak pernah menjadi bahan pertimbangan orang yang mendengarkannya. Nasihat hanya menjadi desir suara yang berlalu setelah hal itu didengarkan. Seperti halnya sebuah ceramah, banyak yang datang hanya untuk mendengarkan dan pulang dengan tanpa membawa apa-apa. Biasanya...

Posted on Jumat, September 12, 2014 by Unknown

1 comment

Jumat, 23 Mei 2014

Futurolog pada abad 20, semisal John Naisbith dan Alvin Toffler dalam The Three Wave dan Megatrend 2000, telah meramalkan bahwasanya abad 21 adalah abad spiritualitas. Dan itu benar terjadi, kini umat manusia berbondong-bondong kembali pada spirit atau fitrah mereka. Hal ini terbukti dari, salah satunya, dunia perfilman yang semakin sering mengangkat...

Posted on Jumat, Mei 23, 2014 by Unknown

No comments

Ini merupakan catatan secangkir kopi lainnya. Lebih tepat lagi, kopi dingin yang sudah hampir habis. Tak seperti dinamika politik kita yang tak akan pernah habis, saya kira. Sebelum lebih jauh, mari sedikit bernostalgia pada kurun waktu enam belas tahun yang lalu. Waktu itu, jala republik ini digetarkan oleh bola yang ditendang oleh para mahasiswa,...

Posted on Jumat, Mei 23, 2014 by Unknown

1 comment

Jumat, 16 Mei 2014

Nomor Tidak Dikenal Malam nampak sedang marah. Langit dunia legam tanpa bintang. Hanya awan, saling beriringan dalam buaian angin di angkasa. Dan Sari, mungkin masih ketakutan atas marahnya malam, soalnya ia belum tidur. Ia sendiri, terduduk lesu di atas kursi kayu, di antara dua kursi lainnya yang mengitari meja kayu bundar. Tepat di malam itu...

Posted on Jumat, Mei 16, 2014 by Unknown

1 comment

Senin, 12 Mei 2014

Ia berteriak selepas membukakan mata dari lelap tidurnya. Satya terbangun karena mimpi buruk. Dalam mimpi, ia terdampar dalam sebuah ruangan bercat putih. Nampak jelas berbentuk kubus, dan tak berjendela maupun pintu. Ruangan polos, tembok yang rata, dan, tak ada apapun di sana. Sela ia menghela napas, perlahan tembok itu mulai mendekatinya....

Posted on Senin, Mei 12, 2014 by Unknown

No comments

Jumat, 07 Maret 2014

Laju angin disertai hujan nampak enggan berhenti sore ini. Peluhku memuncak merasakan kedinginan yang menancap dalam di pori-pori kulitku. Beberapa orang kulihat berlari berpayung sambil berseri di trotoar jalan tepat beberapa meter di depan tempat aku sedang berteduh. Berlalu lalang di depanku, terkadang menyeberangi jalan untuk kembali lagi....

Posted on Jumat, Maret 07, 2014 by Unknown

No comments

Minggu, 19 Januari 2014

Kata Aban, teman saya, dalam sajaknya ia bersyair bahwa pendidikan itu malah menciptakan sekat-sekat. Dan saya setuju dengan pendapatnya. Saya mulai merenungkan kembali kutipan sajaknya itu ketika beberapa menit yang lalu, di perempatan jalan raya, muncul beberapa pembalap motor cross berbaju lusuh, kotor penuh lumpur. Mungkin mereka baru saja...

Posted on Minggu, Januari 19, 2014 by Unknown

No comments

Selasa, 07 Januari 2014

Sabtu kemarin, saya sedikit terperangah saat melihat seonggok banci muncul di pojokan tempat orang-orang berkumpul. Di alun-alun kota, Ciamis. Meski agak takut, saya kaget bukan karena itu. Saya lebih dikagetkan pada apa yang dia lakukan saat itu. Dia, yang adalah seorang pria, menari bak cacing kepanasan. Saya tak bermaksud menjelekkan, tapi itu...

Posted on Selasa, Januari 07, 2014 by Unknown

No comments